Header MCP

Harap menerapkan protokol kesehatan

DKAC CBP-KPP BADEGAN CETAK KADER GARDA KETERPELAJARAN



Corp Brigade Pembangunan (CBP), Korp Pelajar Putri (KPP) ialah badan semi otonom Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU). IPNU dan IPPNU sendiri ialah organisasi pelajar Nahdatul Ulama (NU) yang berasaskan Pancasila dan berhaluan Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Jika dibuat perumpamaan CBP KPP dengan IPNU IPPNU bagaikan Saudara kembar tapi beda, dimana sakit sama mengaduh, luka sama mengeluh.

Sebagai organisasi yang beranggotakan pelajar, entah itu pelajar SMP, SMA, Pesantren, maupun Perguruan Tinggi, IPNU-IPPNU telah sadar bahwa posisinya di tengah-tengah masyarakat sangatlah dibutuhkan. Entah itu untuk menjaga tradisi budaya lokal, maupun dalam mengembangkan potensi-potensi anak bangsa.
CBP KPP sebagai garda terdepan IPNU IPPNU dalam rangka membentengi dari masuknya paham radikalisme anti-Pancasila di tingkat pelajar serta mengawal ideologi Aswaja an-Nahdliyah dan menjaga keutuhan NKRI.
CBP KPP yang termasuk badan semi otonom dari IPNU IPPNU yang notabene nya salah satu BANOM dari organisasi terbesar di Indonesia, bahkan Dunia, yakni Nahdlatul Ulama atau biasa disebut NU, kinerja yang paling inti adalah Sistem Kaderisasi," kata Saifuddin(20) WAKA 1 Pimpinan anak cabang(PAC) Badegan 2016-2018.
Oleh karna itu Dewan kordinasi anak cabang(DKAC) Badegan, menggelar pendidikan dan pelatihan pertama(DIKLATAMA) sebagai awal pembentuk kader NU yang Semper Paratus(Selalu siap).
DIKALTAMA digelar pada Jumat 16 - Minggu 19 Maret 2018. Balai Desa Karangan sebagai tempat pembukaan dan ditutup di  Balai Desa Watubonang.
DIKLATAMA DKAC Badegan mengangkat tema *GARDA TERDEPAN PERTAHANAN IPNU IPPNU DALAM MENJAGA NILAI NILAI ASWAJA,TRADISI DAN NKRI DIZAMAN MILENIAL*dalam DIKLATAMA ini, konsep kegiatan nya berupa Safari Camp(Kemah berpindah). Pada awal pembukaan berada pada di Balai Desa Karangan, kemudian menuju lapangan desa watubonang, Outbond di Bumi Perkemahan Kampungan, dan Baiat di Monumen Soeharto di desa Watubonang, Badegan, Ponorogo. DIKLATAMA diikuti 64 peserta yang terdiri dari 24 CBP dan 40 KPP sangat antusias mengikuti diklatama ini, "Tempat nya berpindah pindah jadi kita nggak ngerasa bosan, dan juga kita diajarkan arti sebuah tradisi disini, kita sangat senang ada genduri dan lain lain" Ujar Afrizal(14) peserta DIKLATAMA.
Harapan besar sudah disematkan oleh Nora Ardiana(20) sebagai Komandan KPP DKC ponorogo, yaitu Membentuk kader yg profesional bermental pemimpin yang memiliki sikap kritis, kreatif, inisiatif, proaktif, berpikiran luas, berintegritas pribadi yang dilandasi kejujuran, kebenaran, dan keadilan. [mcp/dewi]

Posting Komentar

0 Komentar