Header MCP

Harap menerapkan protokol kesehatan

cerpen "Humor Santri"


Pagi yang cerah disertai rerimbunan pohon yang bergoyang diterpa sejuknya angin, tepatnya di kabupaten Ponorogo kecamatan Sawoo desa Bondrang. Hiduplah seorang anak yang sedang menuntut ilmu agama disebuah TPQ "Aisyah" bernama Totti. Di suatu pagi, Totti dan teman-teman nya sedang menunggu ustadzah dini yang memang sebagai salah satu pengajar di TPQ tersebut. Selang beberapa menit kemudian, ustadzah dini yang telah ditunggu-tunggu datang.

"Assalamu'alaikum anak-anak, mari sebelum kita masuk dalam pelajaran alangkah baiknya bila berdoa terlebih dahulu". Sapa ustadzah dini dengan penuh semangat. "wa'alakumussalam ustadzah" jawab anak-anak dengan gembira. Sahut ustadzah dini " oke, berdoa mulai".

"Bismillahirrahmanirrahim.......aamiin". "Baik anak-anak, untuk pagi hari ini pelajarannya adalah tajwid. Sekarang kita akan mempelajari hukum bacaan nun sukun dan tanwin". Ustadzah dini menghentikan penjelasannya karena salah satu muridnya yang tidak memperhatikan, "Totti kamu jangan rame sendiri, nanti ustadzah hukum berdiri didepan Sampek pelajaran selesai!. Ucap ustadzah dengan tegas. "Hehehe, maaf ustadzah khilap" terka Totti dengan sedikit mengejek. Disini Totti memang memiliki sifat jahil namun di imbangi dengan kepandaian ia dalam menerima pelajaran. Dikarenakan jarak usia anak-anak dengan ustadzah dini yang terpaut sekitar 5-6 tahun, terkadang ada yang berani menjahilinya seperti Totti.

"Baik anak-anak, mari kita lanjutkan pelajaran nya. Nah, dalam hukum nun sukun atau tanwin. Didalamnya terdapat beberapa kaidah yang salah satunya adalah idgham bigunnah. Yang pengertian nya, apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf hidup ya, nun, mim, dan wawu. Cara membacanya adalah dengan memasukkan nun sukun atau tanwin kedalam salah satu huruf tersebut dan dibaca dengan mendengung atau samar-samar....". Belum selesai sang ustadzah menjelaskan, Totti memotongnya dengan bertanya kepada ustadzah " ustadzah ! Berarti kalau idgham bigunnah dibaca dengan samar-samar, maka sama seperti rasa cintaku kepadamu yang samar-samar engkau rasakan" ujar Totti dengan menahan tawanya.

Sontak dengan pernyataan Totti yang kelewat usil tadi membuat satu kelas pun tertawa terbahak-bahak. Dan ustadzah dini pun sedikit tersipu malu dibuatnya, "astagfirullah, untung Totti masih bocah" seraya menepuk jidat.


Posting Komentar

0 Komentar