Header MCP

Harap menerapkan protokol kesehatan

MI Ma’arif Syuhada’, Madrasah Ma’arif yang Lahirkan seorang Profesor.

      


Lembaga pendidikan MI Ma’arif Syuhada’ merupakan lembaga ma’arif yang terletak di desa ngunut kecamatan Babadan kabupaten Ponorogo. Madrasah Unggulan yang dipimpin oleh Inayah Munifin, M.Pd.I, sudah berkali-kali menjuarai kejuaraan lomba tingkat SD/MI di wilayah karisidenan madiun seperti, peraih nilai tertinggi LMIPA_NR kelas 1 tingkat SD/MI kabupaten Ponorogo tahun 2018, juara III pidato bahasa Inggris PORSENI Kabupaten Ponorogo 2019, Juara 1 Drum Mayor (BMRC) 2019 tingkat jatim 2019, dan masih banyak prestasi yang ditorehkan siswa siswinya, selain itu  banyak alumni yang mempunyai prestasi yang gemilang, yang merupakan jebolan dari lembaga ini.

Selain mempunyai keunggulan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, penguatan pemahaman keagamaan juga menjadi fokus lembaga. Menyeimbangkan antara IPTEK dan IMTAQ merupakan kurikulum terpadu yang dikembangkan lembaga ini. Pemahaman islam ala Ahlussunnah wal jamaah An-Nahdliyah, selain dipaparkan didalam kelas juga diajarkan dalam bentuk amaliyah. Banyak amaliyah dijalankan guna menguatkan pemahaman siswa, sebagai pendukung aspek kecerdasan spiritual siswa.

Prof. Dr. Ahmad Erani Yustika, seorang Akademisi yang namanya tersohor pada pemilihan Presiden tahun lalu, karena beliau ditunjuk oleh KPU untuk menjadi pemandu debat kandidat.  Dosen Muda Universitas Brawijaya asli kelahiran Ponorogo ini mengaku bahwa, semasa kecil pernah mengenyam pendidikan di Ma’arif Syuhada’ yang jaraknya tak jauh dari rumahnya, dalam pengakuanya ia mendapatkan pendidikan yang komplek dilembaga ini, lembaga yang dalam kacamata pandangnya merupakan pencetak generasi yang ulul albab. Disinilah ia dikenalkan Islam ala Annahdliyah.

Imbuhnya, “sejak kelas 1 sudah mendapatkan pelajaran ke-NU-an, isinya mengupas sejarah, tokoh, pemikiran, aqidah, amaliyah, dan perkembangan NU”. Dengan pemahaman tersebut ia menjadi tabungan pemahaman islam yang ramah dan toleran serta semangat dalam “NGURUS NU”.

Penulis: Asanka

Posting Komentar

3 Komentar

Armaghan Naufal mengatakan…
terbaik, MIMADA Jaya!!
NIKA KURNIATI mengatakan…
Alhamdulillah, luar biasa. Dengan demikian anak2 bisa mengenal, memahami, dan mengamalkan ajaran NU seperti dibaan, dzikir, tahlil, dll.
Mazaya F. Aimmah mengatakan…
Value yang diterima baik sejak kecil akan tumbuh berkembang membentuk pribadi yang hebat. Turut bangga. :)