Header MCP

Harap menerapkan protokol kesehatan

Rubrik Kamu Harus Tau Edisi 7- Apa Sih Ketupat Itu?

 
Ketupat (foto:MCPNU/foto istimewa) 

MCPNU Ponorogo- Ketupat sudah menjadi tradisi santapan di hari raya Idul Fitri. Konon, Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan ketupat kepada masyarakat Jawa.

Pada waktu itu, Sunan Kalijaga membudayakan dua kali bakda, yaitu bakda lebaran dan bakda kupat. Bakda tersebut dimulai seminggu sesudah lebaran.

Berdasarkan filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus yakni ketupat atau kupat merupakan kependekan kata dari "Ngaku Lepat" yang artinya meminta maaf dan "Laku Papat" yang berarti empat tindakan.

"Ngaku lepat" atau meminta maaf di hari raya Idul Fitri diimplementasikan  bagi orang Jawa dengan tradisi "sungkeman" yang mengajarkan pentingnya menghormati orangtua,bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain.

"Adapaun laku papat" atau empat tindakan tersebut yakni lebaran, luberan, leburan, dan laburan.

Arti dari empat tindakan tersebut, lebaran artinya sudah usai, menandakan berakhirnya waktu puasa. Ketupat sebagai simbol dihari Idul Fitri memiliki makna tertentu.

Luberan, diartikan meluber atau melimpah, yang dapat dimaknai ajakan bersedekah untuk kaum miskin. Sebagai salah satu contoh yakni pengeluaran zakat fitrah.

Leburan, sudah habis dan lebur. Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis karena setiap umat Islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.

Dan yang terakhir adalah Laburan, kata tersebut berasal dari kata labur, dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih air maupun pemutih dinding, sehingga hal tersebut dimaknai supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.

Sumber:https://ramadan.tempo.co/

Posting Komentar

0 Komentar