Header MCP

Harap menerapkan protokol kesehatan

Konsolidasi PW IPNU Jatim Korda Madiun: Ponorogo Hadir!

Ketua PW IPNU Jatim (Rekan Irfan) bersama Ketua PC IPNU Ponorogo (Rekan Wamerza) ditemani jajarannya (MCPNU/Puput)

MCPNU Ponorogo- Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama' (PC IPNU) Ponorogo turut serta dalam kegiatan silaturahim dan konsolidasi yang digelar oleh Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama' (PW IPNU) Jawa Timur Korda (koordinator daerah) Madiun pada hari Sabtu sore (5/2/2022). Kegiatan yang bertema "Konsolidasi dan Sinergi Organisasi Untuk IPNU Satu Mendunia" tersebut dilaksanakan di SMK Kesehatan BIM Ngawi. 

"Sesuai instruksi dari PW, kami mengirimkan perwakilan dari setiap komisi untuk mewakili PC IPNU Ponorogo dalam forum silaturahim dan konsolidasi ini. Komisi-komisi yang mengikuti agenda ini antara lain Komisi Ketua-Sekretaris, Komisi Organisasi, Komisi Kaderisasi, Komisi Jaringan Sekolah-Pesantren, Komisi Media-Dakwah dan Komisi L-CBP", penjelasan rekan Wamerza selaku Ketua PC IPNU Ponorogo kepada tim jurnalis Pelajar NU Ponorogo.  

Selain PC IPNU Ponorogo, kegiatan ini juga diikuti oleh Pengurus Cabang (PC) IPNU dari Korda Madiun yang meliputi PC Magetan, PC Pacitan, PC Madiun dan PC Ngawi selaku tuan rumah. Pembukaan agenda silaturahim dan konsolidasi dimulai pukul 14.15 WIB di Aula SMK Kesehatan BIM didampingi perwakilan PCNU Ngawi, perwakilan dari SMK Kesehatan BIM Ngawi dan rekan Irfan selaku Pengurus Wilayah IPNU Jatim beserta jajaran.    

"Silaturahim dan Konsolidasi ini diharapkan bisa berdampak terhadap kesamaan visi dan misi antara Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Cabang (PC) dalam menjalankan roda kepengurusan organisasi. Selain itu, kegiatan semacam ini juga berfungsi untuk mendeteksi lalu mengobati 'penyakit' (permasalahan) yang dialami oleh rekan-rekan di tingkat cabang melalui forum diskusi dan sharing antar Pengurus Cabang yang didampingi oleh Pimpinan Wilayah", tutur Rekan Irfan dalam sambutannya.  

Untuk menyamakan visi dan misi antara PW dan PC, panitia penyelenggara menggunakan sistem FGD (focus group discussion) yang diisi oleh rekan-rekan perwakilan dari daerah masing-masing sesuai dengan komisi yang telah diampu. Terdapat 2 forum yang disediakan oleh panitia penyelenggara, yaitu forum khusus Ketua-Sekretaris dan satu forum lagi yang diisi oleh 6 komisi. 

"Dengan metode tersebut diharapkan antar pengurus cabang bisa saling mengenal serta saling bertukar pikiran dalam memecahkan sebuah masalah dan tentunya dengan pendampingan yang dilakukan oleh PW", pungkas rekan Irfan.



Penulis: Iput

Editor: Arisel       


Posting Komentar

0 Komentar